Rupiah anjlok, harga barang elektronik naik utang makin besar

Harga Mesin Cuci – Keadaan perekonomian nasional tengah dilanda awan hitam. Baru saja ini, Tubuh Pusat Statistik (BPS) merilis laju perkembangan ekonomi dibawah 6 %. Investasi serta export jadi mesin penggerak perkembangan ekonomi tidak berputar-putar cepat, bahkan juga relatif melambat.

Bukan sekedar keadaan makro, guncangan pada kestabilan ekonomi nasional juga tampak di pasar modal. Sebagian minggu paling akhir Indeks Harga Saham Paduan (IHSG) memerah serta selalu ada di zone merah. Indeks komposite selalu melemah. Pelemahan indeks sekitaran 4, 2 %. Saham-saham favorit berguguran. IHSG sangat terpaksa mesti senang ditutup di level 4. 714 pada perdagangan tempo hari, Selasa (20/8).

Keadaan sama berlangsung di perdagangan pasar uang. Nilai ganti rupiah makin tidak berdaya pada dolar Amerika Serikat. Rupiah selalu tersungkur ke level paling rendah. Nilai ganti Rupiah melemah sekitaran 5 %. Rupiah ditutup di kisaran Rp 10. 680 per USD. Keadaan ini memaksa pemerintah serta otoritas berkaitan mengadakan rapat marathon.

Walau mencemaskan, pemerintah seakan tidak mau cemas. Menko Perekonomian Hatta Rajasa memohon aktor pasar tetaplah tenang. Sebab, pelemahan nilai ganti serta bursa juga dihadapi sebagian besar negara di Asia.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan desakan pada Rupiah serta pasar keuangan, masih tetap erat hubungannya dengan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Perry menyatakan kalau bank sentral selalu ada di pasar keuangan dalam usaha intervensi di pasar valas untuk stabilkan nilai ganti Rupiah. Dalam 2 hari ini Bank Indonesia beli SBN sekitaran Rp 2, 6 triliun. Sepanjang th. 2013 bank sentral sudah beli sekitaran Rp 31 triliun.

Melemahnya nilai ganti rupiah yang menembus mendekati Rp 11. 000 per USD butuh diwaspadai. Pengamat Pasar uang farial Anwar lihat, turunnya nilai ganti Rupiah bukanlah hanya karna naiknya harga BBM. Tetapi juga dipicu naiknya import BBM, tingkat suku bunga serta desakan inflasi yang tinggi. ” Orang-orang th. ini terpukul 2 x. Janganlah dipandang umum, ini telah lampu merah untuk ekonomi Indonesia, ” tuturnya.

Turunnya nilai ganti Rupiah mengambil alih perhatian aktor usaha, ekonom, serta pemerintah. Melorotnya Rupiah beresiko ke bidang beda, termasuk juga perbankan. ” Potensi terbesar yang juga akan jadi problem memanglah perbankan karna kan tingkatkan credit macet dan kekuatan orang-orang yang mempunyai utang berbentuk dolar, ” ungkap dia.

Yang paling dirasa orang-orang, harga-harga beberapa barang elektronik akan naik. Naiknya harga barang elektronik yaitu dampak tidak segera dari semakin perkasanya dolar AS. Kenaikan harga lebih karena sebab harga bahan baku elektronik yang sampai kini di-import, sudah bertambah.

Efek terbesar yaitu semakin besarnya nilai utang pemerintah serta swasta. Farial mengatakan, banyak bank yang mempunyai utang mata uang dolar Amerika Serikat. Keadaan ini yang semakin jadi parah Rupiah. ” Nilai utang tentu relatif membengkak, ” tuturnya.

Ditambah tingkat suku bunga perbankan yang juga akan beresiko pada perubahan investasi di Indonesia. ” Bila nilai rupiahnya tidak stabil, bagaimana investor ingin masuk. Mereka pastinya akan bingung serta dapat kabur dari pasar saham Indonesia, ” tutur dia.

Dari lantai bursa, analis Pasar Modal Purwoko Sartono memberikan, walau bursa saham adalah highlight dari keadaan atau prospek ekonomi satu negara, tetapi efek pelemahan IHSG semakin lebih dirasa oleh beberapa investor.

” Bila IHSG tidak begitu punya pengaruh pada orang-orang dengan segera. Namun lebih pada bidang infrastruktur yang disebut instrumen penggerak ekonomi walau tidak penting karna infrastuktur kan umumnya multiyears ” terang dia.  Baca Juga : Harga Kulkas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *